Dampak jerawat memang sangat kuat, selain mengganggu faktor fisik juga mempengaruhi faktor psikis atau kejiwaan si penderita.
Dampak psikologis yang timbul, seperti :
Minder; Putus asa; Percaya diri menurun drastis/ rendah diri ; perasaan kesal berlebih pada penampilan; rasa bosan terhadap pengobatan yang berkepanjangan; munculnya perasaan atau emosi yang negatif termasuk kepada orang lain yang melihatnya; depresi; tingginya tingkat kecemasan, bahkan pikiran bunuh diri.
Lebih jelasnya Anda bisa mengamati pemaparan berikut ini.
Minder dan putus asa, keputus-asaan ini menjadi hal yang berbahaya bagi kehidupan yang dijalaninya. Untuk menghadapi hal itu, seyogyanyalah anda yang mempunyai masalah jerawat yang cukup parah dan telah lama tak kunjung sembuh untuk senantiasa bersabar dan terus berusaha.
Dampak psikologis jerawat, sangat berpengaruh terhadap tingkat emosi atau perasaan. Kepercayan diri mereka akan mengalami penurunan yang drastis, perasaan kesal berlebih pada penampilan serta rasa bosan terhadap pengobatan yang berkepanjangan.
Sudah menjadi faktor yang alamiah bila seseorang yang berjerawat akan merasa kecantikannya berkurang, malah sebagian dari mereka akan merasa minder untuk keluar rumah atau bertemu orang lain.
Dalam diri masing-masing manusia sudah tertanam nilai estetika yang menganggap bahwa wajah yang mulus tidak berjerawat akan terlihat lebih menarik dan sedap dipandang dibandingkan dengan wajah yang penuh dengan jerawat.
Maka secara otomatis refleksi yang timbul dari hal di atas adalah munculnya perasaan atau emosi yang negatif, khususnya bagi orang yang berjerawat ataupun orang lain yang melihatnya.
Dampak psikologis jerawat ini bisa diatasi dengan upaya psikologi juga, diantaranya dengan mengembangkan pikiran-pikiran positif yang menganggap bahwa timbulnya jerawat bukanlah menjadi hal yang besar dalam hidup kita, kita harus berusaha memiliki prinsip bahwa jerawat adalah hal yang sudah biasa dan dapat diatasi. Tidak perlu malu atau minder di depan orang, toh mereka juga pasti pernah berjerawat.
Dampak psikologis jerawat itu timbul dari dalam diri. Upaya terbaik untuk mengatasi hal ini tergantung dari diri sendiri. Pikiran dan emosi positif sangat diperlukan sekali serta harus dikembangkan secara kontinyu untuk melawan gejolak emosi-emosi negatif yang timbul dari dampak jerawat tersebut.
Sebagian orang menganggapnya sepele dan tak berbahaya. Sadarkah Anda, jerawat memengaruhi kejiwaan seseorang. Remaja berjerawat kerap merasa rendah diri juga depresi.
Meskipun belum membuktikan benar-benar menyebabkan masalah emosional, analisis terhadap 16 studi menunjukkan hal itu.
"Jerawat memiliki dampak besar pada kehidupan masyarakat," ungkap penulis kajian Steven R. Feldman, profesor dermatologi Wake Forest University School of Medicine.
Dia meneruskan, "Ini sesuatu yang layak diobati, dan bukan hanya karena dapat menimbulkan jaringan parut permanen". Yang menderita psoriasis, misalnya. Mungkin mengalami masalah dengan penyakit jantung, arthritis, dan mental.
Jerawat, tentu saja, telah lama dikenal sebagai momok remaja, meskipun memang kadang menyerang orang tua. Feldman dan kolega mengkaji kemungkinan efek jerawat terhadap kualitas hidup dan kesehatan mental pada remaja. Kajian diterbitkan Dermatology Online Journal.
Secara keseluruhan, studi menyebutkan jerawat memengaruhi kualitas hidup, harga diri, dan suasana hati kaum remaja. Jerawat juga terkait dengan tingginya tingkat kecemasan, depresi dan pikiran bunuh diri.
Secara khusus satu studi menemukan 9 persen dari remaja yang berjerawat menunjukkan tanda-tanda depresi, dengan tingkatan tiga sampai empat kali lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum.
Tetapi untuk menyimpulkan bahwa jerawat dan depresi memiliki hubungan sebab-akibat, sepertinya belum bisa dilakukan. Studi-studi tidak membuktikan jerawat yang langsung menyebabkan masalah kejiwaan ini, dan bila berpikir sebaliknya juga tidak mungkin.
"Untuk menyimpulkannya memang rumit, dan kami juga tidak mengantisipasi bahwa depresi menyebabkan jerawat," kata Feldman.
Kabar baiknya sebagian besar jerawat dapat diobati, terutama dalam kasus-kasus yang parah.
Dampak psikologis yang timbul, seperti :
Minder; Putus asa; Percaya diri menurun drastis/ rendah diri ; perasaan kesal berlebih pada penampilan; rasa bosan terhadap pengobatan yang berkepanjangan; munculnya perasaan atau emosi yang negatif termasuk kepada orang lain yang melihatnya; depresi; tingginya tingkat kecemasan, bahkan pikiran bunuh diri.
Lebih jelasnya Anda bisa mengamati pemaparan berikut ini.
Minder dan putus asa, keputus-asaan ini menjadi hal yang berbahaya bagi kehidupan yang dijalaninya. Untuk menghadapi hal itu, seyogyanyalah anda yang mempunyai masalah jerawat yang cukup parah dan telah lama tak kunjung sembuh untuk senantiasa bersabar dan terus berusaha.
Dampak psikologis jerawat, sangat berpengaruh terhadap tingkat emosi atau perasaan. Kepercayan diri mereka akan mengalami penurunan yang drastis, perasaan kesal berlebih pada penampilan serta rasa bosan terhadap pengobatan yang berkepanjangan.
Sudah menjadi faktor yang alamiah bila seseorang yang berjerawat akan merasa kecantikannya berkurang, malah sebagian dari mereka akan merasa minder untuk keluar rumah atau bertemu orang lain.
Dalam diri masing-masing manusia sudah tertanam nilai estetika yang menganggap bahwa wajah yang mulus tidak berjerawat akan terlihat lebih menarik dan sedap dipandang dibandingkan dengan wajah yang penuh dengan jerawat.
Maka secara otomatis refleksi yang timbul dari hal di atas adalah munculnya perasaan atau emosi yang negatif, khususnya bagi orang yang berjerawat ataupun orang lain yang melihatnya.
Dampak psikologis jerawat ini bisa diatasi dengan upaya psikologi juga, diantaranya dengan mengembangkan pikiran-pikiran positif yang menganggap bahwa timbulnya jerawat bukanlah menjadi hal yang besar dalam hidup kita, kita harus berusaha memiliki prinsip bahwa jerawat adalah hal yang sudah biasa dan dapat diatasi. Tidak perlu malu atau minder di depan orang, toh mereka juga pasti pernah berjerawat.
Dampak psikologis jerawat itu timbul dari dalam diri. Upaya terbaik untuk mengatasi hal ini tergantung dari diri sendiri. Pikiran dan emosi positif sangat diperlukan sekali serta harus dikembangkan secara kontinyu untuk melawan gejolak emosi-emosi negatif yang timbul dari dampak jerawat tersebut.
Sebagian orang menganggapnya sepele dan tak berbahaya. Sadarkah Anda, jerawat memengaruhi kejiwaan seseorang. Remaja berjerawat kerap merasa rendah diri juga depresi.
Meskipun belum membuktikan benar-benar menyebabkan masalah emosional, analisis terhadap 16 studi menunjukkan hal itu.
"Jerawat memiliki dampak besar pada kehidupan masyarakat," ungkap penulis kajian Steven R. Feldman, profesor dermatologi Wake Forest University School of Medicine.
Dia meneruskan, "Ini sesuatu yang layak diobati, dan bukan hanya karena dapat menimbulkan jaringan parut permanen". Yang menderita psoriasis, misalnya. Mungkin mengalami masalah dengan penyakit jantung, arthritis, dan mental.
Jerawat, tentu saja, telah lama dikenal sebagai momok remaja, meskipun memang kadang menyerang orang tua. Feldman dan kolega mengkaji kemungkinan efek jerawat terhadap kualitas hidup dan kesehatan mental pada remaja. Kajian diterbitkan Dermatology Online Journal.
Secara keseluruhan, studi menyebutkan jerawat memengaruhi kualitas hidup, harga diri, dan suasana hati kaum remaja. Jerawat juga terkait dengan tingginya tingkat kecemasan, depresi dan pikiran bunuh diri.
Secara khusus satu studi menemukan 9 persen dari remaja yang berjerawat menunjukkan tanda-tanda depresi, dengan tingkatan tiga sampai empat kali lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum.
Tetapi untuk menyimpulkan bahwa jerawat dan depresi memiliki hubungan sebab-akibat, sepertinya belum bisa dilakukan. Studi-studi tidak membuktikan jerawat yang langsung menyebabkan masalah kejiwaan ini, dan bila berpikir sebaliknya juga tidak mungkin.
"Untuk menyimpulkannya memang rumit, dan kami juga tidak mengantisipasi bahwa depresi menyebabkan jerawat," kata Feldman.
Kabar baiknya sebagian besar jerawat dapat diobati, terutama dalam kasus-kasus yang parah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar